Ebook
Ada Apa Dengan Tawassul
Rp 60.000
Rp 80.000
ADA APA
DENGAN TAWASSUL.
___
345 Halaman.
Sebelum Yunani, sebelum Mesir Kuno, sebelum peradaban mana pun yang kita pelajari di bangku sekolah — ada satu kaum yang menyembah lima nama: Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Bukan tuhan ciptaan iblis dari ketiadaan; mereka orang-orang saleh yang begitu dicintai kaumnya, sehingga sepeninggal mereka, didirikanlah patung-patung untuk mengenang keteladanannya. Bukan untuk disembah — hanya untuk dikenang.
Satu generasi berlalu dengan aman. Namun generasi kedua mewarisi patung tanpa ilmunya, generasi ketiga mewarisi kebiasaan tanpa sejarahnya. Ketika ilmu telah wafat bersama para pemikirnya, penghormatan yang dahulu suci berubah menjadi penyembahan. Itulah syirik pertama di muka bumi — dan datanglah banjir yang menenggelamkan hampir seluruh peradaban manusia.
Kisah ini terekam abadi dalam Al-Qur’an surah Nuh — bukan dongeng masa lalu, melainkan cermin yang tergantung sepanjang zaman. Sebab tangga yang menenggelamkan kaum Nuh adalah tangga yang sama yang hari ini masih dipijak: cinta kepada orang saleh, tanpa ilmu yang menjaganya.
Buku ini lahir dari kegelisahan itu — ditulis untuk menimbang, bukan menghakimi, antara mencintai orang saleh sebagaimana disyariatkan dan mengkultuskannya hingga menembus batas yang pernah menenggelamkan satu peradaban. Setiap dalil dihadirkan lengkap teks Arab dan sumber aslinya; setiap syubhat dijawab tiga lapis: naql, akal, dan fitrah.
Jika ghuluw sanggup menenggelamkan satu peradaban di zaman Nuh, apa yang membuat kita yakin diri kita kebal hari ini? Timbanglah dulu, sebelum ikut menaiki tangga yang sama.
TAWASSUL
UNA Production
DENGAN TAWASSUL.
___
345 Halaman.
Sebelum Yunani, sebelum Mesir Kuno, sebelum peradaban mana pun yang kita pelajari di bangku sekolah — ada satu kaum yang menyembah lima nama: Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Bukan tuhan ciptaan iblis dari ketiadaan; mereka orang-orang saleh yang begitu dicintai kaumnya, sehingga sepeninggal mereka, didirikanlah patung-patung untuk mengenang keteladanannya. Bukan untuk disembah — hanya untuk dikenang.
Satu generasi berlalu dengan aman. Namun generasi kedua mewarisi patung tanpa ilmunya, generasi ketiga mewarisi kebiasaan tanpa sejarahnya. Ketika ilmu telah wafat bersama para pemikirnya, penghormatan yang dahulu suci berubah menjadi penyembahan. Itulah syirik pertama di muka bumi — dan datanglah banjir yang menenggelamkan hampir seluruh peradaban manusia.
Kisah ini terekam abadi dalam Al-Qur’an surah Nuh — bukan dongeng masa lalu, melainkan cermin yang tergantung sepanjang zaman. Sebab tangga yang menenggelamkan kaum Nuh adalah tangga yang sama yang hari ini masih dipijak: cinta kepada orang saleh, tanpa ilmu yang menjaganya.
Buku ini lahir dari kegelisahan itu — ditulis untuk menimbang, bukan menghakimi, antara mencintai orang saleh sebagaimana disyariatkan dan mengkultuskannya hingga menembus batas yang pernah menenggelamkan satu peradaban. Setiap dalil dihadirkan lengkap teks Arab dan sumber aslinya; setiap syubhat dijawab tiga lapis: naql, akal, dan fitrah.
Jika ghuluw sanggup menenggelamkan satu peradaban di zaman Nuh, apa yang membuat kita yakin diri kita kebal hari ini? Timbanglah dulu, sebelum ikut menaiki tangga yang sama.
TAWASSUL
UNA Production
File ebook aktif setelah pembayaran dikonfirmasi admin.